Sepatu Besi

Waktu menunjukkan pukul 06.30 sewaktu aku sampai di halte angkutan umum. Masih pagi. Belum banyak orang yang menunggu angkutan. Teman-teman sekolahkupun belum ada yang kelihatan. Santai dulu ah. Jam masuk sekolah masih lama. Masih setengah jam lagi.
 

Jam 06.35 Pak Dodi guru bahasa Indonesia di sekolahku lewat. Kebetulan hari ini dia mengajar di jam pertama.

 

“Pagi pak….”. Aku menyapanya
“Pagi Boy, belum berangkat?”. Dia menjawab sekaligus bertanya
“Belum pak sebentar lagi”. Jawabku
“Ya udah Bapak duluan ya”. Dia berkata sambil menyetop angkutan yang lewat.
“Baik pak”. Aku menjawab.

 

Aku kembali duduk di bangku halte dan meneruskan cuci mataku. Mulai banyak orang yang berlalu-lalang di depan halte. Banyak juga cewek yang lewat. Biasa lah aku duduk sambil menggoda mereka.

 

Jam 06.45 Siska teman sekelasku lewat. Aku tahu dia naksir sama aku. Soalnya beberapa waktu yang lalu Reni temannya pernah bilang padaku kalau dia menitipkan salam kepadaku.

 

“Hai Boy….Belum berangkat?”. Dia bertanya
“Belum nih”. Aku menjawab
“Ngapain sih duduk disitu, ayo berangkat bareng aku”. Dia mengajak sambil mengembangkan senyum manis.
“Tar dulu ah, masih limabelas menit lagi kan bel”. Jawabku.
“Ya udah. Aku duluan ya, dah”. Dia berkata dengan sedikit kecewa. Langsung menyetop angkutan dan naik tanpa melihatku lagi.

 

Sebodo amat. Emang gue pikirin. Mending juga nongkrong dulu di sini sambil cuci mata. Menyegarkan pikiran dan otak hehehe. Aku belum berangkat ke sekolah karena memang jarak antara halte ini dan sekolahku tidak terlalu jauh. Bisa ditempuh dalam lima menit. Disekolah juga mau ngapain. Paling ngegodain cewek sekelas. Bosen 4L. Lu lagi lu lagi.

 

Jam 06.50 Aku bersiap-siap menyetop angkutan. Aku rasa sudah saatnya berangkat kesekolah. aku berusaha menyetop angkutan yang lewat di halte. Tapi ya ampun kok penuh semua. Aku berusaha menghentikan beberapa angkutan yang lewat tapi tidak ada yang berhenti. Temanku juga ada yang naik angkutan dan lewat didepanku. Dia juga kebagian berdiri di pintu. Wah gawat nih. Aku bisa kesiangan. Waktu bel sekolah tinggal lima menit lagi. Aduh gawat…gawat.

 

Akhirnya ada juga angkutan yang berhenti didepanku. Itu juga aku berebut dengan orang lain yang akan naik. Aku kebagian berdiri dipintu. Selamat-selamat…… akhirnya aku bisa juga naik angkutan. Mudah-mudahan tidak sampai kesiangan.

 

Sampai di sekolah aku berlari menuju pintu gerbang. Satpam sudah bersiap-siap menutup pintu karena memang bel sudah berbunyi. Banyak juga teman-temanku yang kesiangan. Mereka berlarian menuju ke arah pintu gerbang. Aku beruntung karena bisa masuk sebelum pintu gerbang ditutup satpam. Aku tidak melihat teman-teman yang lain yang kesiangan karena aku berkonsentrasi untuk mengejar pelajaran pertamanya pak Dodi. Mudah-mudahan di belum masuk ke kelas.

 

Aku berlari di lorong sekolah karena memang kelasku berada di ujung koridor. Sepi terlihat di sepanjang lorong karena memang pelajaran sudah dimulai. Akhirnya aku sampai juga di depan kelasku. Aku lihat Pak Dodi sudah memulai pelajaran. Dia sedang menerangkan sesuatu. Aku bisa melihat karena memang pintu masuk kelas terbuka lebar. Aku mengetuk pintu masuk kelas.

 

“Selamat pagi pak…..”. Aku mengucapkan salam. Pak Dodi kemudian menoleh ke arah pintu.
“Selamat pagi juga Boy, atau selamat siang tepatnya”. Dia berkata sambil menyindir.
“Maaf pak, saya kesiangan”. Aku berkata sambil menunduk malu.

 

Terdengar suara koor dari deretan teman-temanku. aku melirik ke arah teman-temanku. Mereka pada tertawa cekikikan sambil mencibir. Aku balik mencibir kearah mereka. Aku melihat kearah Siska. Dia hanya tersenyum kepadaku. Aku kembali menghadap ke arah Pak Dodi.

 

“Ya sudah, silahkan kamu duduk”. Pak Dodi akhirnya mempersilahkan aku duduk.
“Terimakasih pak”. Aku menjawab.
“Ya…ya…. tapi lain kali jangan pake sepatu besi ya, jadi kamu susah berjalan, akhirnya terlambat masuk kelas”. Pak Dodi kembali berkata sambil tetap menyindirku.
“Hahaha…….”. Terdegar ledakan tawa dari teman-teman sekelasku.

 

Mati aku.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!