Selamat tinggal Jakarta

Tak terasa sudah hampir empat tahun aku mengembara di belantara ibukota. Mencari sesuatu yang belum pasti. Mengejar cita-cita mewujudkan mimpi. Sudah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru.

Jakarta yang sesak. Jakarta yang padat. Jakarta yang hiruk pikuk. Tapi membuatku betah berlama-lama di kota ini. Jakarta yang siang hari bising dengan kendaraan yang lalu-lalang. Jakarta yang malam hari disinari dengan kerlap-kerlip lampu jalanan.

Jakarta yang memberiku berjuta kenangan. Ya… kenangan yang tak kan terlupakan. Jakarta yang membuatku menjadi laki-laki. Jakarta yang membelalakkan mataku. Membuatku hampir beberapa kali ‘terpeleset’ di dunia malam yang gelap. Walau terkadang gelap itu tak sampai gelap.

Tapi Jakarta juga memberikan aku arti. Arti dari sebuah perasaan. Membuatku merasa memiiliki. Membuatku merasa mencintai dan dicintai. Meninggalkan kenangan yang teramat manis untuk dilupakan namun terlalu sakit untuk di kenang. Siska… namamu akan selalu berada dalam sanubariku. Namamu akan di kenang sepanjang hidupku. Sebagai mutiara hati yang tak akan lekang di makan waktu.

Tapi sekarang saatnya untuk melangkah. Menuju kehidupan yang baru. Menuju rumah masa depanku.

Selamat tinggal Jakarta. Selamat tinggal kenangan.

9 thoughts on “Selamat tinggal Jakarta”

  1. loo mas???siska itu real story toh???waduh mau kmana???weslah pokoknya kemanapun kamu pergi, harus tetap selalu bisa ngisi blog dengna hal2 yang membuat kangen untuk membuka dan membaca lagi..ok!!

    jakarta memang selalu indah dengan banyak hal…

    jakartaku tercinta

  2. wah…apa perlu dinyanyiin ga bro???

    *Aku pulang…dari rantau bertahun tahun di negeri antah berantah…ohh Jakarta :p*

    Yang penting tetap semangat yach…
    *lihat saja ke langit, sehabis hujan pelangi akan muncul kembali :). God bless*

  3. Kalo mas baru sekarang ninggalin Jakarta aku sudah dari Februari yang lalu…

    Ya…. Mas bener Jakarta Penuh dengan sejuta kenangan…

    Merasa Mencintai Merasa Dicintai… Saling memperhatikan…

    I Love Jakarta…

    Namun… Bisa ga ya… aku menjemput impian itu…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!