Menikah???

07/10/2006 20:15:05 Ani wrote :
Ntar udah lebrn kt kwin ya, trus pndh rmh… kt slametan aja trus pndh, akad nikah aja.

 

07/10/2006 20:18:20 Aku wrote :
Tapi aku g enak sma ortu mu dek, masa ga ada rame2 dikit. Kmu kan cwek yg paling kcil di klrgamu.

 

07/10/2006 20:21:45 Ani Wrote :
Gpp mas… aku pgn cpt2 nikah, aku dah ga tahan gini terus. Usia ku dah brpa coba? Smpe kpn aku hrs trs nunggu?

 

Aku termenung. Mencoba mencerna sms yang baru saja aku terima. Tapi apalagi yang harus di cerna. Semuanya sudah jelas. Dia mengajak untuk segera menikah. Sebagai laki-laki normal aku juga ingin segera menikah. Walaupun aku sudah pernah mengalaminya sekali. Dulu sekali.

 

Sepuluh tahun yang lalu aku pernah menikah tetapi kemudian semuanya berakhir hanya dalam waktu lima tahun. Setelah itu aku belum pernah lagi mencoba untuk berhubungan dengan yang namanya wanita. Baru dua tahun belakangan ini aku menjalin kasih lagi dengan seorang wanita. Umurnya dua tahun di bawahku. Orangnya pengertian. Dia sangat mengerti dengan posisiku yang berstatus duda cerai sedangkan dia masih gadis. Dia menerima aku apa adanya. Tapi dia belum menceritakan keadaan yang sesungguhnya kepada keluarganya. Nanti saja kalau waktunya sudah tepat dia akan menceritakan semuanya. Begitu dia bilang.

 

“Dek… bagaimana dengan orang tuamu?” suatu saat aku bertanya. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan dek padahal namanya Andriani.
“Apanya yang bagaimana mas?”. Dia balik bertanya.
“Mengenai statusku”. “Aku kan sekarang duda, apa mereka mau menerimaku?”.
 
“Kita lihat saja nanti mas, “Toh yang akan menjalani aku, bukan mereka. Baik buruknya mas aku sudah tahu semuanya. Pasti mereka akan mengembalikan semuanya kepadaku”. Dia menjelaskan.

 

“Mungkin yang akan bereaksi paling keras adalah kakak iparku”. Dia melanjutkan. Kakak iparnya memang agak dominan di keluarganya. Dia adalah suami dari Nina, kakaknya yang kedua. Sedangkan kakaknya yang pertama yaitu Elis, walaupun sudah mempunyai suami tetapi dalam masalah keluarga berada di bawah dia.

 

“Dia pernah berkata kalau statusnya nggak jelas nggak usah di teruskan. Bagaimana kalau dia duda apalagi punya istri kan rugi keluarga kita. Menikahkan perawan sama duda. Begitu katanya mas”. Aku hanya bisa menghela nafas mendengar penjelasannya.
 
“Lalu kalau nanti dia menghalang-halangi bagamana dek?”. Tanyaku
“Aku akan melawan mas, memang dia itu siapa. Orang tuaku saja tidak akan menghalang-halangi aku kenapa dia yang jadi repot”. Jawabnya sedikit tegas.

 

“Aku tulus mencintai mas, aku terima mas apa adanya”.
“Iya dek aku juga tahu”. Aku terenyuh mendengar penjelasannya.
“Jadi tunggu apa lagi? Kapan mas akan melamarku?”.
“Menikah kan butuh biaya dek”. Jawabku
“Aku sedang mengumpulkan uang dulu. Kamu juga kan tahu keadaan keluargaku. Jadi semuanya harus aku yang menanggung”. Jawabku
“Iya tapi sampai kapan mas?”.
“Sabar lah dek, tunggu barang dua atau tiga bulan lagi. Mudah-mudahan uang ku sudah kumpul”. Jawabku

 

“Mas tahu gak… tiga bulan lagi itu sudah masuk tahun 2007, umurku sudah berapa mas?”.
“Iya mas juga tahu dek… umurmu sudah gak muda lagi. Tapi kan untuk biaya nikah, kita memerlukan dana yang tidak sedikit”. Aku mencoba menjelaskan lagi.
“Ya sudah terserah mas deh kalau begitu, aku ikut saja. Tapi aku harap jangan lama-lama ya mas”. Akhirnya dia pasrah juga.

 

Setelah percakapan itu dia belum pernah lagi menyinggung mengenai masalah pernikahan kami. Sebetulnya yang aku butuhkan memang hanya uang untuk biaya pernikahan. Aku sudah menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga jauh-jauh hari. Bahkan aku sudah menyiapkan rumah untuk kami berdua nanti. Walaupun rumah BTN tetapi cukuplah untuk tinggal kami berdua.

 

Aku mengira dari percakapan terakhir kami lah dia mulai berpikir untuk menyegerakan pernikahan kami. Padahal aku belum menyiapkan dana sedikitpun. Aku bermaksud mengumpulkan dana dari gajian bulanan dan THR tahun ini di tambah dengan bonus akhir tahun. Makanya aku meminta waktu kepadanya selama tiga bulan. Aku rasa cukuplah untuk mengumpulkan uang. Walaupun tidak banyak tapi mungkin bisa di gunakan untuk melaksanakan pesta kecil-kecilan di rumahnya.

 

Tapi setelah menerima sms dari nya dan berpikir berulang-ulang, apakah aku akan nekad saja menikah dengan dia tanpa ada pesta? Walaupun itu pesta kecil-kecilan? Mudah-mudahan setelah hari raya lebaran nanti aku sudah bisa menentukan sikap. Apakah aku akan menerima usulnya untuk menikah sederhana saja atau menunggu saja sampai uangku terkumpul. Aku berdoa semoga Yang Maha Kuasa memberiku petunjuk.

 

Amiin.

 

***

8 thoughts on “Menikah???”

  1. lam kenal y mas,sebelomnya…
    wah, ttg menikah…
    saya juga lagi menunggu keputusan nih bada lebaran,hehehe…doain aja ya, semoga diberi keputusan yg terbaik sama Allah…
    terharu jg baca artikel mas ini, hihihi…saya jd bisa menyelami gimana pemikiran seorang ikhwan apabila dihadapkan pada situasi dilematis berkaitan dengan masa depan dirinya… wallahu’alam…
    banyak2 minta petunjuk sama Allah y, banyak2 istikhoroh…
    regards

  2. Jodoh ada di tangan Tuhan, tapi kita wajib berikhtiar…
    Mudah2an ga dianggap sok tahu, tapi cuma sekedar sharing siapa tahu membantu. Bukankah saat seseorang menikah, ia menikahi keluarganya juga?? Jadi mas, aku pikir lebih baik dibicarakan antar keluarga dulu niat baiknya itu… insya Allah pemecahannya lebih mudah setelah dibagi bersama….

  3. se7 ma mas arnov, kultur kita kalau menikahi seseorang adalah juga menikahi keluarganya, jadi lebih baik d bicarakan dulu kepada ke2 belah pihak keluarga, jangan sampai semua udah deal ternyata timbul amsalah keluarga.
    Kalau keluarga udah se7, biasanya Tuhan akan kasih kemudahan…
    Pesta, gak usah banyak macamnya mas, yang penting resmi. Biaya yang lain lebih baik kalau d pakai buat after marriednya, khan lebih berguna..iya khan

    hope membantu
    lam kenal juga

  4. Ceritanya sedikit sedih… kebimbangan dan keraguan penulis kental terasa.

    Saya tidak bisa banyak komentar, krn saya jg blom nikah,.. insya Allah mas , mba dan keluarganya.. diberikan jalan yg terbaik… dan disegerakan utk menikah. Amin…

    Perbanyak saja shalat istikhoroh 🙂

  5. Rasanya complicated ya, urusan orang dewasa? Hm.. Any way, kalo menurut saya, semua pihak tetap harus dipikirkan supaya tidak ada yg merasa dirugikan. Semoga sukses deh, mbak dan mas..! 🙂

  6. Pendekatan terhadap keluarga memang penting lho Mas, karena kita akan menjadi bagian dari keluarga itu juga kan? Mudah2an setelah kenal dan dekat, mas bisa membicarakan mengenai pernikahan ini baik-baik dengan mereka. Masing2 pasti punya keinginan dan kendala, dan mudah2an nanti bisa diambil jalan tengah yang terbaik bagi semua. Amiin.

    Eh, salam kenal ya. maaf tiba2 langsung nasehatin begitu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ya. Selamat lebaran!

  7. salam kenal sebelumnya mas, sebaiknya ikuti saja kata si ani. toh dia jg ngga nuntut yg macem2 kan? semoga bulan Ramadhan ini membawa banyak hikmah dan berkah buat kalian berdua

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!