Mengapa Aku Berubah

Kehidupan manusia memang tidak akan ada habisnya. Kisah demi kisah harus di jalani seiring berjalannya waktu. Mulai dari pangkuan ibu lalu tumbuh menjadi orang dewasa, dari tidak mengerti apa-apa menjadi orang yang tahu mana yang salah dan mana yang benar.

 

Aku menikah pada tahun 1996. Pernikahanku berlangsung cukup meriah. Walaupun dengan dana yang pas-pasan tetapi bisa dilaksanakan dengan meriah untuk ukuran kota tempat asalku.
 
Orang tuaku kurang menyetujui pernikahanku waktu itu. Alasannya aku belum cukup umur. Maklum saja aku baru berumur 23 tahun saat memutuskan untuk menikah. Aku di sarankan untuk bekerja dulu dengan sungguh-sungguh karena memang waktu itu aku sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah Bogor. Di sanalah aku bertemu dengan calon istriku yang kebetulan satu pekerjaan denganku, Rina namanya. Dia juga sama-sama merantau ke kota Bogor dari kota asalku dulu.

 

Tapi atas dasar nafsu dan keangkuhan aku memaksakan kehendak untuk menikah. Nafsu… memang aku sangat ingin menikah dengan dia. Aku sudah berhubungan sangat jauh dengan dia. Selain memang hubungan ku sudah terlalu dekat, aku sudah seringkali menginap di rumah dia sehingga membuat orang tuanya khawatir akan keadaan ini. Mungkin takut anaknya terlanjur hamil hehe. Angkuh… ya, memang egoku sangat besar waktu itu. Selain merasa sudah mampu menghidupi seorang istri aku juga merasa mendapat dukungan dari kakek dan nenek ku sehingga orang tua ku tidak di dengar.

 

Padahal waktu itu ada seorang gadis yang menungguku di tempat asalku. Dia adalah tetangga dekat rumahku. Walaupun kami belum berikrar apa-apa tapi aku tahu dari pembicaraan sehari-hari kalau dia sangat mengharapkan aku, begitupun keluarganya. Orang tuanya malah sudah berterus terang kepadaku kalau dia sangat bangga bila nanti Rani bisa aku persunting.

 

Tapi memang pada dasarnya manusia serba ingin tahu. Setelah tahu ingin merasakan. Setelah merasakan sekali ingin lagi, dan setelah itu ingin memiliki. Setelah tahu nikmatnya bercinta, akhirnya aku ketagihan. Ingin lagi, lagi dan lagi. Tak perduli apa kata orang. Tak perduli nasehat orang tua. Semua norma yang ada aku dobrak. Telingaku sudah tidak lagi bisa mendengar. Tertutup oleh desahan-desahan manja. Mataku sudah tidak bisa melihat. Terbutakan oleh buaian-buaian mesra seorang perempuan.

 

Betapa kecewanya orang tuaku. Mereka tidak habis pikir dengan kelakuanku. Tapi yang namanya orang tua memang selalu pemaaf. Melihat anaknya berkelakuan seperti itu tetap saja mereka terima dengan lapang dada. Yang paling merasa tersakiti adalah Rani. Betapa kecewanya dia mendengar aku menikah. Memberitahu dia pun aku tidak. Apalagi memberinya sepucuk undangan. Aku sama sekali tidak memperdulikan perasaanya waktu itu. Beberapa hari setelah resepsi pernikahaanku dia mengirimkan surat kepadaku. Dia mengungkapkan kekecewaanya atas keputusanku menikah saat itu. Dari isi suratnya aku mengetahui seberapa besar perasaannya kepadaku. Betapa bodohnya aku. Menyia-nyiakan orang yang selama ini menungguku. Pada saat resepsi pernikahan, orang tua Rani datang. Dia mencium kening dan pipiku serta memelukku habis-habisan. Sampai-sampai orang lain heran di buatnya. Tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terjadi. Aku sudah menikah sekarang. Tidak mungkin aku mengulang waktu.

 

Jadi mengapa aku berubah? Dari seorang laki-laki pendiam menjadi orang yang sangat ketagihan bercinta. Apakah perubahan selalu terjadi karena seorang wanita?

7 thoughts on “Mengapa Aku Berubah”

  1. Rina dan Rani… bukankah itu nama yang hampir sama… sprt kembaran… tapi gak tahu jg, apa itu nama aslinya, atau hanya nama samaran dari penulis… hehehe.

    Well,.. pasti ada alasan tertentu yang menyebabkan seseorg berubah, dan hanya kita sndrlah yg tahu alasan itu.

    Ada yg awalnya baik menjadi berkelakuan buruk… begitu jg sebaliknya… apapun itu, semoga penulis dapat berubah menjadi lebih baik dari thn2 kmrn… amin.

    Ayo semangat…

  2. Itu cerita 10 tahun yang lalu kan? Harusnya sekarang sudah lebih mampu mengontrol diri dong…. Sebagai laki2 juga, aku tahu rasanya saat nafsu memenuhi kepala (dan celana)… padahal aku lumayan telat juga menikahnya loh.
    Mudah2an rencana pernikahannya cepat terlaksana sehingga dapat memenuhi kebutuhan biologis sekaligus beribadah…

  3. si mas ini kayaknya punya bakat nulis cerpen deh, tiap kali aku baca2 blognya semua ceritanya menglair seperti cerita(jadinya kadang bingung, itu betulan atau cuman fiksi).

    but anyway, wanita memang d lahirkan untuk sesuatu yang besar(baca perubahan)..iya khan???

  4. ga ada yang tau kapan perubahan akan terjadi,,,
    dan gada yang bisa ngerti diri kita sendiri kecuali kita sendiri…

    *bingung ndiri ama kata2nya .. haha!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!