Missing U

Aku kehabisan kata-kata untuk menulis.

Dimanakah kamu?

Menulis bikin percaya diri

Hal yang saya rasakan sekarang adalah menulis kok bikin lebih pede ya?

Sudah lebih dari dua pekan saya kembali aktif menulis. Padahal kegiatan ini sudah saya tinggalkan sejak sepuluh tahun yang lalu. Karena kesibukan jadi semua yang pernah saya mulai terbengkalai.

Dulu saya aktif menulis di blog, banyak dari teman-teman blogger yang menyarankan saya untuk membukukan atau lebih tepatnya membuat novel dari tulisan saya yang ada di blog. Waktu itu masih belum terpikir sampai kesana karena saya menulis hanya sekedar menyalurkan hobi saja.

Tapi setelah di pikir-pikir mungkin saat nya saya sekarang membukukan tulisan saya yang ada di blog menjadi sebuah novel, di ajukan ke penerbit dan di cetak. Atau kalau belum bisa di terima penerbit ya cetak sendiri saja kemudian ajukan ISBN sendiri.

Saya pikir saya menulis untuk melanjutkan cerita saya yang tertidur selama sepuluh tahun, ternyata saya sekarang mempunyai ide baru untuk menuliskan cerita yang lain, mumpung masih ada kesempatan dan kemampuan untuk menulis.

Nah yang saya rasakan kok sekarang saya jadi lebih percaya diri ya setelah menulis ceita baru…

Saya rasa lebih percaya diri menatap kedepan, ehem ehem… hehehe…

SEMANGAT

Terus terang bahan tulisan saya adalah seorang cewek yang lumayan lagi naik daun di industri TV Indonesia sebagai pemain sinetron.

Videonya banyak bertebaran di internet sehingga saya tidak kesulitan untuk mendalami karakter cewek tersebut.

Nggak saya sebutkan disini ya… ntar saya kena copyright issue. Saya juga sebetulnya punya cita-cita untuk memberikan terlebih dahulu novel ini ke cewek tersebut sebelum mencetaknya.

Biar dikasih review dulu dan apabila di izinkan saya akan menyebut namanya dalam novel tersebut biar lebih seru.

Tapi saya sebutkan saja ya ciri-cirinya… Cewek minang, kalo dulu rambutnya suka di poni, kulit putih, langsing, wajahnya…wah ga tau deh gimana menceritakan kecantikan wajahnya, sering nongol di The Comment. Dah itu aja clue nya.

So segitu dulu tulisan saya hari ini.
I will be back.

Lupa….

Lupa ya kamu punya blog… he eh nih lupa, bahkan layout nya pun sudah lupa kayak gimana. Pas tadi iseng liat eh iya juga ya ternyata terakhir kali update udah ganti skin, bisa-bisa nya lupa sama blog sendiri.

Aduh… gara-gara lagi develop software jadi lupa, kadang nggak nge-net sama sekali seharian. Cerita juga belum ada yang selesai, atau memang sudah tidak ada gairah untuk itu??? Apakah gairahku berhubungan dengan perasaan yang tidak lagi ada??? Aku sendiri tak tahu. Aku sudah lama tidak berjumpa lagi dengan sesosok perasaan itu yang biasanya hadir setiap hari menemaniku.

Sudahlah… gak usah kau ungkit cerita lama, hanya menambah beban pikiran saja, fokus saja kepada project yang sedang kamu kerjakan!

Eh… back to project, sekarang aku lagi fokus mengerjakan project ERP. Mudah-mudahan review-nya bisa segera aku selesaikan. Ini berhubungan dengan masa depanku. Aku tak mungkin selamanya bekerja di sini, ingin rasanya punya perusahaan sendiri, develope software sendiri, dan gak usah terima gaji tapi kita bisa menghidupi orang lain. Projectnya sendiri sedang aku kerjakan di blogku yang lain.

Mudah-mudahan gak lupa lagi deh sama blog ku ini hehehe… soalnya mau update cerita baru di sini.

Pulang kampung

Dua minggu aku pulang kampung. tujuanku untuk menenangkan diri sekaligus mengistirahatkan sejenak pikiranku dari rutinitas pekerjaan. Tidak ada televisi, radio, musik, berita atau bahkan internet yang selalu menjadi rutinitasku dalam bekerja. Aku ingin menikmati sejuknya gunung dingin nya air di kampungku. Kicau burung di pagi hari, bunyi jangkrik dan kodok di malam hari, benar-benar membuatku lupa akan rutinitasku di ibu kota.

 

Sehari-hari aku pergi ke sawah atau ke kebun. Sesekali aku juga pergi ke hutan dekat rumahku. Hmm segarnya alam desa ini membuatku betah berlama-lama di sini. Apabila malam sudah menjelang biasanya aku pergi ke sawah dengan beberapa teman lamaku untuk mencari belut. Pengalaman yang benar-benar tak terlupakan.

 

Tapi ada satu hal yang menggelitik hatiku. Ketika aku sedang jalan-jalan dan bertemu teman sekampung, selalu saja pertanyaan yang sama mampir kepadaku.
 
Hari senin aku bertemu Deni, biasa di panggil Bejo. Dia teman sekolahku semasa SD dulu. Dia membawa serta anaknya yang sudah berumur 7 tahun. Kami ngobrol lama mengenang masa-masa dulu.

 

“Kapan kamu nikah Ndi… aku aja udah punya anak tiga”.
“Hah… tiga, trus ini yang kamu bawa anak ke berapa?”. Jawabku.
“Ini anak ku yang pertama, yang kedua umurnya lima tahun dan yang ketiga umurnya baru dua tahun”.
“Ayo dong cepat kawin, tar keburu tua lho…”. Tambahnya lagi.
“Wah belum tau nih Jo… pacar aja belum ada apalagi kawin ga tau kapan”. Jawabku.

 

Besoknya aku ketemu Nani, tetangga rumahku. Hanya terhalang dua rumah di samping kiri rumahku. Hampir aku tidak mengenalinya lagi, soalnya sekarang tubuhnya mendadak bengkak, lain dengan dulu yang kelihatan kurus.
 
“Hei Ndi… kapan datang…?”.
“Hei Nan… aku datang dua hari yang lalu, kok kamu jadi bengkak begini Nan…”. Aku bicara sambil tersenyum.
“Wajarlah… namanya juga udah punya anak dua”.
“Hah… dua…”. Lagi-lagi aku kaget.
“Iya dua, kenapa kaget ya… makanya cepat-cepat kawin tar keburu kiamat baru tau rasa heheh”. Dia berkata sambil tertawa.

 

Besoknya dan hari-hari seterusnya aku selalu bertemu teman sekampungku yang selalu menanyakan kapan aku menikah. Kebanyakan mereka sudah mempunyai anak, ada yang dua, tiga bahkan Wahyu temanku yang lain sudah punya anak empat.

 

Tapi… Hei… aku ke sini untuk berlibur, untuk menenangkan pikiran, bukan untuk berpikir tentang pernikahan. Biarlah aku gak mau berpikir dulu tentang itu, yang jelas aku ingin menikmati liburan ini dengan sebaik-baiknya tanpa di bebani oleh pikiran yang macam-macam.

 

Walaupun begitu, setiap mau tidur aku kepikiran juga tentang yang satu ini. Kapan aku menikah ya… sedangkan calon pun belum ada. Kalau di pikir-pikir mungkin aku terlalu mementingkan pekerjaan dan karirku di kantor. Tak sedikitpun ada pikiran untuk mencari jodoh. Mungkin ada satu dua teman kantorku yang aku taksir, tapi tidak lebih dari itu hanya sekedar suka saja. Tidak ada pikiran untuk mendekati dan dijadikan pacar misalnya atau bahkan mengajaknya menikah. Hal seperti itu masih jauh dalam jangkauanku. Tapi setelah bertemu dengan teman-temanku semasa kecil yang sudah menikah dan mempunyai banyak anak, mau gak mau aku jadi berpikir untuk melangkah ke arah itu.

 

Aku jadi berpikir siapa yang yang cocok jadi pendampingku… apakah Dina yang langsing dan selalu berpenampilan rapi, ataukah Leni yang padat berisi dan selalu terlihat berdandan di kantor. Atau Ria yang selalu memintaku untuk membantu tugas-tugas kantornya, padahal aku pikir tugas tersebut sangat mudah dikerjakan tanpa harus aku ikut membantunya. Ada juga tetangga kost ku yang selalu genit apabila bertemu denganku, ah bukan dia kayaknya, terlalu genit sih. Ada juga kolega ku di perusahaan lain, dia menjabat manager accounting di sana. Kami sering ngobrol mengenai segala hal sampai hal pribadi pun kami bicarakan. Tapi yang ini nggak juga, terlalu tinggi buatku walaupun dalam segala hal selalu nyambung.

 

Tapi kenapa aku jadi berpikir sejauh itu ya… belum apa-apa sudah mengira-ngira siapa bakal calon istriku nanti. Pendekatan saja belum apalagi mengajaknya menikah. Aku jadi tersenyum sendiri mengingat hal ini.

 

Biarlah semua berjalan apa adanya. Jodoh ada di tangan Tuhan, tapi kita wajib berusaha. Sekembalinya ke Jakarta nanti, aku ingin memulai sesuatu yang baru. Aku ingin lebih tegar dalam menghadapi hidup. Aku ingin hidupku menjadi berarti. Sekarang aku ingin menghabiskan sisa liburanku dengan bersenang-senang sepuasnya.

 

CJR, Februari 2007

Still

Tenggelam

Aku hanyalah seorang manusia, yang mencoba memainkan sedikit peran dalam hidup ini. Manusia yang mempunyai sedikit bekal ilmu untuk mengerti peran yang sedang aku jalankan ini. Tapi terkadang hidup tak seperti apa yang kita inginkan. Hidup setiap orang sudah ditentukan lika-liku jalannya. Tidak setiap yang kita harapkan selalu terwujud.

Bertahun tahun sudah peran ini aku jalankan. Berbagai cobaan hidup sudah aku dapatkan. Berbagai peristiwa diri sudah aku lewatkan. Tetapi sampai kapankah aku mampu menghadapi segala cobaan hidup ini? Terkadang diri ini kuat dan tabah dalam menghadapi sebuah peristiwa, tetapi di lain waktu aku sangat lemah dalam menghadapinya.

Ketika aku melewati cobaan itu dengan sukses terasa ada kelagaan di hati ini, tetapi ketika cobaan itu begitu dahsyatnya mendera terkadang aku sampai tenggelam untuk bisa melewatinya. Ya… tenggelam dalam ketidak pastian, tenggelam dalam ketidak menenetuan, aku hanya bisa termenung sendiri. Bukan meratapi nasib, tetapi lebih kepada kenapa semua ini harus terjadi, seharusnya aku bisa menghindarinya, seharusnya semua ini tidak perlu terjadi jikalau aku begini, jikalau aku begitu. Pernyataan yang tak bermakna itu selalu muncul di kala aku sedang merasakan beban berat yang aku pikul.

Apakah hidup ini hanya berupa cobaan? Apakah tabu menanyakan kenapa cobaan ini datang kepadaku?

Entah kapan aku bisa berdiri kembali dengan tegak. Bisa sehari, bisa seminggu, bisa sebulan bahkan bisa setahun sampai aku tidak merasakannya lagi.

Saat ini aku sedang tenggelam.

Gak jadi pindahan

Aku sudah coba beberapa layanan blog gratis yang ada di internet. Mulai dari wordpress.org, blogthing.com, blogsome.com sampai blog.co.uk, semua nya bagus menurut ukuran ku. Setelah membuat account dan melihat-lihat lebih dalam, hampir semua atau mungkin semuannya menggunakan wordpress. Memang tampilan juga lebih bagus akan tetapi setelah mengutak-atik menu dan html terasa ada yang canggung. Apa mungkin aku sudah terbiasa dengan menu-menu yang ada di blogspot kali.

Akhirnya setelah di pikir-pikir dan melihat performa blogspot yang mulai cepat aku putuskan kembali ke laptoooop *niru gaya tukul hehe*. Ya sudah lah aku cari-cari template yang rada bagusan dan akhirnya dapet juga. Lumayan ada penyegaran dikit.

Memang susah kali ya pindah kelain hati hehehe…

Warna baru

Pfuiih….. setelah berhari-hari tertunda, akhirnya jadi juga aku ganti tampilan.Sebetulnya dari hari senin kemarin aku ingin ganti template tapi berhubung kerjaan banyak jadi tertunda terus. Tapi walaupun setting template sambil bekerja bolak-balik akhirnya kelar juga.
Sekalian aku mengubah tampilan blog link. Aku sertakan foto dari blogger. Kalau ada yang tidak berkenan fotonya di tampilkan silahkan melakukan unjuk rasa hehehe… tapi apabila berkenan saya haturkan terimakasih.

Pindahan

Akhirnya jadi juga aku pindah. Hari minggu kemarin dengan menggunakan mobil box (pinjam dari kantor hehehe) aku pindahan ke rumah baruku di Cibinong. Memang sih jauh dari Jakarta tempat kerjaku tapi setidaknya aku sekarang punya status baru bukan lagi sebagai anak kost hehehe.

Rumah tampak depan.


Ruang tengah yang masih kosong.

Barang-barang bawaanku dari Jakarta masih berserakan.

Kamar yang masih kosong.

Dapur yang belum jadi.

Chelsea sama Everton lagi maen.

Akhirnya Chelsea menang 3-2 setelah sebelumnya ketinggalan 1-2. Drogba emang hebat, eh gak ada hubungannya sama pindahan ya hehe.

Semoga saja rumah ini bisa menjadi tempatku ‘berteduh’. Bisa menjadi sumber inspirasiku. Bisa lebih menjelajahi alam imajinasiku.
Tapi aku masih sendiri hiks.

Ada yang mau nemenin gak 😀

Selamat tinggal Jakarta

Tak terasa sudah hampir empat tahun aku mengembara di belantara ibukota. Mencari sesuatu yang belum pasti. Mengejar cita-cita mewujudkan mimpi. Sudah saatnya untuk memulai sesuatu yang baru.

Jakarta yang sesak. Jakarta yang padat. Jakarta yang hiruk pikuk. Tapi membuatku betah berlama-lama di kota ini. Jakarta yang siang hari bising dengan kendaraan yang lalu-lalang. Jakarta yang malam hari disinari dengan kerlap-kerlip lampu jalanan.

Jakarta yang memberiku berjuta kenangan. Ya… kenangan yang tak kan terlupakan. Jakarta yang membuatku menjadi laki-laki. Jakarta yang membelalakkan mataku. Membuatku hampir beberapa kali ‘terpeleset’ di dunia malam yang gelap. Walau terkadang gelap itu tak sampai gelap.

Tapi Jakarta juga memberikan aku arti. Arti dari sebuah perasaan. Membuatku merasa memiiliki. Membuatku merasa mencintai dan dicintai. Meninggalkan kenangan yang teramat manis untuk dilupakan namun terlalu sakit untuk di kenang. Siska… namamu akan selalu berada dalam sanubariku. Namamu akan di kenang sepanjang hidupku. Sebagai mutiara hati yang tak akan lekang di makan waktu.

Tapi sekarang saatnya untuk melangkah. Menuju kehidupan yang baru. Menuju rumah masa depanku.

Selamat tinggal Jakarta. Selamat tinggal kenangan.