Aku hanyalah seorang komuter

Hari senin biasanya merupakan hari yang terberat dalam pekerjaanku. Bagaimana tidak, aku yang terbiasa bangun siang sekarang harus bangun lebih pagi karena selain rumahku yang sekarang jauh dari Jakarta, juga karena hari senin biasanya jalan tol di landa kemacetan yang parah. Kemacetan terjadi sebelum masuk pintu tol Taman Mini. Maka dari itu aku harus bangun lebih pagi agar tidak terjebak kemacetan di jalan tol.

Rutinitas ku sekarang berubah. Aku yang menjadi anak kost bertahun-tahun biasa bangun siang. Sekarang setelah pindah rumah kebiasaan pun harus berubah. Aku harus bangun jam empat pagi untuk menyiapkan segala kebutuhanku dalam bekerja. Mulai dari menyiapkan sarapan, membereskan rumah sampai menyiapkan baju kerja. Yeah… beginilah nasib seorang bujangan. (Bujangan??? hahaha)

Maunya sih aku punya rumah yang dekat dengan tempat kerjaan. Tapi apa daya harga rumah di Jakarta ini mahalnya bukan main. Jadi terpaksa mencari rumah di kota-kota satelit Jakarta. Pernah juga aku mencari rumah di daerah timur Jakarta hingga ke arah Bekasi tapi ternyata harganya sudah hampir menyamai harga rumah di Jakarta. Alhasil aku mencari sampai ke daerah Cibinong dan Alhamdulillah dapat.

Memang hari-hari pertama ini adalah hari yang sangat-sangat membuatku malas. Tapi aku harus berangkat bekerja. Aku harus mencari uang demi sesuap nasi dan segenggam berlian hehehe… Mudah-mudahan aku bisa membiasakan diri untuk hidup seperti sekarang ini, dari pada jadi anak kost terus-menerus.

Di rumah ini aku belum berhasil membuat satupun karya tulis. Ingin nya sih aku terus-terusan menulis tapi karena keadaan rumah yang masih berantakan aku belum bisa berkonsentrasi. Inspirasi kadang muncul kadang hilang bersama dengan hadirnya kelelahan fisik. Ketika semuanya sudah terkumpul di pikiranku dan tinggal menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, tangan dan tubuhku tidak mau kompromi. Mereka protes kepada sang majikan bahwa seharian ini mereka telah bekerja banyak jadi sekarang waktunya untuk beristirahat. Terpaksa aku menurut, memejamkan mata dan akhirnya tertidur untuk bangun esok pagi dan memulai kegiatan rutinku lagi.

3 thoughts on “Aku hanyalah seorang komuter”

  1. Nah ketahuan yaaa,… suka bangun siang, hehehehe.

    Oh yaaa,… kalo lewat tol jam2 macetnya itu hari Senin pagi, dan Jum’at sore,… apalg kalo mau keluar UKI,.. bisa 1/2 jam sendiri disitu,….

    Ternyata banyak yaaa penduduk yg nyari kerja di Jkt dan tinggal di luar Jkt (sprt kita ini)….

    Smoga betah tinggal di Bekasi

  2. gpp, yang penting tetap semangat tooo

    btw aku ganti blog, secara blogspot lembrete sekali d off*malah ga bisa buka sama sekali..jadinya ganti di meilinpruwita.blogsome.com, mampir ya say..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!